Tampilkan postingan dengan label metode. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metode. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2016

Konsolidasi Tanah

Konsolidasi Tanah

Suatu proses pemampatan tanah, dan berkurangnya volume pori dalam tanah. hasilnya daya dukung tanah bertambah. namun, sebelum proses ini berhenti / selesai, maka tidak boleh terdapat bangunan di atasnya.
secara normal, proses konsolidasi ini bisa memakan waktu tahunan bahkan puluhan tahun, tentunya hal ini sangat tidak menguntungkan dihitung dari segi waktu. tetapi jika dipaksa dengan didirikan bangunan diatasnya, maka akan menjadi ancaman dimana akan terjadi keruntuhan bangunan akibat dari proses konsolidasi.
contohnya yang jelas bisa dilihat adalah menara Pisa di Itali



menara pisa
menurut banyak sumber, kemiringan menara Pisa ini diakibatkan oleh tanah yang tidak stabil.
bersyukurlah karena menara ini dibangun secara bertahap dan sempat beberapa kali perbaikan mengikuti kondisi bangunan, sehingga tidak runtuh
tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi pada bangunan - bangunan yang vital seperti Bandara, Rumah Sakit, Gedung bertingkat dan banyak lagi.
lalu bagaimana solusinya ? Mempercepat Konsolidasi sebelum membuat bangunan di atasnya, sehingga tidak lagi terjadi penurunan tanah setelah bangunan berdiri.
caranya ? ada beberapa cara, tergantung dari jenis tanah yang akan di konsolidasi :
untuk tanah yang berpasir, biasa digunakan cara dynamis, bisa dengan cara menjatuhkan beban berat dari ketinggian tertentu
untuk tanah lunak bisa menggunakan Stone Column, mengganti material tanah lunak. namun saya sangat menyarankan menggunakan system PVD (Prevabricated Vertika Drain) dikarenakan dihitung terhadap efisiensi harga dan kecepatan dalam tercapainya konsolidasi bisa lebih cepat dibandingkan beberapa cara lain.
bagaimana cara memasang PVD, silahkan melihat video dari PT. Teknindo Geosistem Unggul berikut ini, lokasi di Bandara Tarakan :

Bagaimanakah sistem kerjanya ? secara teori, saat tanah dibebani diatasnya, maka air pori yang berada pada tekanan tinggi akan mencari pori bertekanan rendah dengan jarak lintasan terdekat, fungsi PVD tersebut adalah menyiapkan tekanan rendah pada tubuhnya sendiri, yang kemudian akan mengalirkan keatas karena tekanan air dibawah lebih tinggi daripada tekanan diatas, dengan pemasangan PVD dengan jarak yang dekat, jarak lintasan airpun menjadi lebih pendek, namun perlu diperhatikan juga, jarak PVD tidak boleh terlalu dekat karena akan merusak kondisi tanah saat pemancangan.
dengan PVD ini kecepatan konsolidasi tanah dapat dipercepat, yang mana biasanya butuh 10 tahun, maka dengan PVD bisa dipercepat menjadi kurang dari 1 tahun dengan besar pembebanan yang sama.






Sabtu, 16 April 2016

Penggunaan Geotextile

Geotekstil adalah lembaran sintesis yang tipis, fleksibel, permeable yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil. Pemanfaatan geotekstil merupakan cara moderen dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak.
Beberapa fungi dari geotekstil yaitu:
  1. untuk perkuatan tanah lunak.
  2. untuk konstruksi teknik sipil yang mempunyai umur rencana cukup lama dan mendukung  beban yang besar seperti jalan rel dan dinding penahan tanah.
  3. sebagai lapangan pemisah, penyaring, drainase dan sebagai lapisan pelindung.
Geotextile dapat digunakan sebagai perkuatan timbunan tanah pada kasus:
  1. Timbunan tanah diatas tanah lunak
  2. Timbunan diatas pondasi tiang
  3. Timbunan diatas tanah yang rawan subsidence



Penggunaan konstruksi perkuatan pada lahan basah pertama kali dilaporkan dengan menggunakan steel mseh di bawah konstruksi timbunan pada daerah pasang surut di Perancis. Perbandingan antara timbunan di atas tanah gambut di Afrika dengan dan tanpa perkuatan dilaporkan. Dinyatakan bahwa selain woven polypropylene fabric, tegangan tarik semua jenis geotextile yang diambil contohnya dari pemasangan setahun sebelumnya berkurang antara 25% sampai 36% dari tegangan tarik awalnya, meskipun tidak berpengaruh banyak pada fungsinya.
Pelaksanaan konstruksi jalan di atas lahan basah dengan perkuatan geotextile dapat menghindarkan terjadinya keruntuhan lokal pada tanah lunak karena rendahnya daya dukung tanah. Keuntungan pemasangan geotextile pada pelaksanaan jalan di atas tanah lunak adalah kecepatan dalam pelaksanaan dan biaya yang relatif lebih murah di bandingkan dengan metoda penimbunan konvensional



Jenis geotextile ada 2 ,yaitu;

1. Woven Geotextile (Anyaman)
2. Non-Woven Geotextile (Nir-Anyam)
Penggunan Woven Geotextile akan memberikan hasil yang lebih baik sebab arah gaya dapat disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik.
Pada non-Woven Geotextile arah serat dalam struktur geotextile tidak terarah, sehingga apabila dibebani, maka akan terjadi deformasi yang sangat besar, dan sulit dikontrol.
Dalam penggunaan geotekstil kita harus menetapkan perkuatan sebesar apa yang dibutuhkan, berikut faktor-faktor yang harus diperhatikan;
1. Jenis geotekstil yang akan digunakan
2. Sifat hubungan dan regangan,hal ini diperlukan agar deformasi yang terjadi pada konstruksi perkuatan kecil.
3. Sifat pembebanan, Perkuatan di atas tanah lunak,beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.
4. Kondisi lingkungan, Perubahan cuaca, air laut, kondisi asam atau basa serta mikro organisme seperti bakteri akan mengurangi kekuatan geotextile.
5. Bahan timbunan yang akan digunakan


Pemasangan Goetextile


Geotekstil pada jalan berfungsi sebagai lapis perkuatan sekaligus sebagai lapis pemisah (separator) antara material timbunan dengan tanah dasar sehingga konstruksi jalan menjadi stabil, tidak bergelombang dan rata pada permukaannya.
Beberapa keuntungan menggunakan geotekstil,diantaranya :
     1. Mencegah kontaminasi agregat subbase dan base oleh tanah dasar lunak dan mendistribusikan beban lalulintas yang efektif melalui lapisan-lapisan timbunan.
     2. Meniadakan kehilangan agregat timbunan ke dalam tanah dasar yang lunak dan memperkecil biaya dan kebutuhan tambahan ‘lapisan agregat terbuang’.
     3. Mengurangi tebal galian stripping dan meminimalkan pekerjaan persiapan.
     4. Meningkatkan ketahanan agregat timbunan terhadap keruntuhan setempat pada lokasi beban dengan memperkuat tanah  timbunan.
     5. Mengurangi penurunan dan deformasi yang tidak merata serta deformasi dari struktur jadi.

Selain itu, geotekstil juga mempunyai kelemahan, yaitu SINAR ULTRAVIOLET, karena bahan geosintetik akan mengalami degradasi yang cepat dibawah terik sinar matahari.

Metode/cara Pemasangan Geotekstil;
     1. Geotextile harus digelar di atas tanah dalam keadaan terhampar tanpa gelombang atau kerutan.
     2. Sambungan geotekstil tiap lembarannya dipasang overlapping terhadap lembaran berikutnya.
     3. Pada daerah pemasangan yang berbentuk kurva (misalnya tikungan jalan), geotekstil dipasang mengikuti arah kurva.
     4. Jangan membuat overlapping atau jahitan pada daerah yang searah dengan beban roda (beban lalu-lintas).
     5. Jika Geotextile dipasang untuk terkena langsung sinar matahari maka digunakan geotekstil yang berwarna hitam.